Friday, March 17, 2017

Pengalaman Apply Kartu Kredit BCA

Bagi sebagian orang, punya kartu kredit mungkin seperti momok menakutkan. Alasannya macam-macam; takut nggak bisa mengendalikan hasrat belanja, takut lapar mata, takut kebablasan, takut nggak bisa bayar tagihan, dll, dsb. Saya juga awalnya termasuk yang seperti itu, hehehe…. Apalagi keluarga saya termasuk yang konservatif. Saya dijejali prinsip hidup sederhana dari kecil, sedangkan punya kartu kredit bisa dibilang bertentangan dengan ajaran itu karena mendorong kita untuk berperilaku konsumtif.

Tapi seiring saya tumbuh dewasa, tuntutan pekerjaan mau nggak mau memojokkan saya dan pelan-pelan pandangan saya terhadap kartu kredit mulai berubah. Kebetulan saya bekerja di bidang digital marketing. Banyak transaksi online yang harus saya eksekusi dan cara bayarnya kebanyakan menggunakan kartu kredit. Beberapa di antaranya memang ada yang membolehkan tanpa kartu kredit, tapi ribet banget dan prosesnya bisa berlapis-lapis. Transfer ke sini, ke situ, mengendapkan saldo, baru bisa transaksi. Kalau hanya untuk diri sendiri sih nggak apa-apa, toh cuma sesekali. Tapi lama kelamaan transaksinya makin sering dan cara bayar non kartu kredit makin terasa kurang efisien. Akhirnya saya memutuskan sudah saatnya saya bikin kartu kredit.


Percobaan pertama saya apply kartu kredit BCA sekitar bulan Oktober 2016. Saya sebenarnya punya rekening utama buat gaji di Bank Mandiri, tapi saya nggak mau apply kartu kredit di situ. Karena teman saya sendiri mengalami nomor HP yang terdaftar di kartu kreditnya tiba-tiba berubah ke nomor lain. Saya jadi paranoid sehingga saya pun mengikuti saran teman saya untuk apply kartu kredit di BCA, walaupun saya belum punya rekening di BCA sama sekali.

Teman saya yang sudah lebih dulu apply kartu kredit menyarankan saya untuk apply kartu kredit BCA di sales marketing, daripada apply online atau datang ke bank langsung. Tapi saya nggak tau di mana bisa menemukan mereka. Kebetulan teman saya ketemu mbak-mbak marketing waktu dia ke mall. Saya tetep ngeyel dan apply kartu kredit dengan cara mengisi formulir aplikasi online. Kemudian saya datang langsung ke bank BCA di Cilandak KKO untuk melampirkan dokumen pendukung sekaligus membuka rekening di BCA. Setahu saya, untuk bukti penghasilan itu nggak harus pakai slip gaji, bisa juga pakai SPT. Berhubung bagian keuangan di kantor saya sebelumnya agak lama kalau memberikan slip gaji, akhirnya saya hanya melampirkan SPT sebagai bukti penghasilan.

Baru selesai urusan dari bank, tiba-tiba saya mendapat telepon masuk dari BCA untuk verifikasi data. Sejujurnya pada saat itu, nggak pas banget timing-nya karena saya lagi di atas motor naik ojek, sambil makan tahu bulat pula. Tapi ya mau bagaimana lagi, saya jawab saja seadanya walaupun kurang jelas dan nggak konsen. Di situ saya udah feeling nggak enak sih, ah palingan ditolak nih aplikasinya. Dan ternyata benar, beberapa hari kemudian saya dapat SMS kalau pengajuan kartu kredit saya nggak diterima. Ya sudah, saya pasrah saja.

Nah, bulan Januari 2017, saya mau mencoba peruntungan lagi. Soalnya kan kalau mau apply kartu kredit lagi harus diberi jeda paling nggak 3 bulan. Kebetulan saya juga udah pindah kerja ke tempat baru. Hehehe…. Selain itu juga kebutuhan saya memang bertambah banyak. Berhubung lokasi tempat kerja saya yang baru lumayan jauh. Dalam sehari saya naik ojek online rata-rata 4 kali. Makanya saya ketergantungan banget sama ojek online macam Go-Jek, Grab, atau Uber. Kalau Go-Jek sih saya biasa bayar pake Go-Pay biar praktis dan lebih murah. Tapi Uber cuma bisa bayar pake kartu kredit kalau kita mau transaksi non tunai. Grab sebetulnya bisa top-up saldo GrabPay juga seperti Go-Pay, tapi caranya agak ribet nggak seperti Go-Pay. Saya juga malas kalau setiap hari harus memecah uang 50.000 atau 100.000, sedangkan driver kadang nggak ada kembalian. Jadi biar praktis lebih baik pakai kartu kredit kan?

Saya sengaja datang ke BCA di dekat PGB (Pusat Grosir Bogor). Beberapa minggu sebelumnya ketika saya mau ambil uang, saya sempat bertemu sama sales marketing di sana. Ternyata memang selalu ada sales marketing yang standby sampai malam untuk menawarkan pengajuan kartu kredit. Tapi saya nggak mau langsung apply pada saat itu karena jaraknya masih terlalu dekat dengan pengajuan kartu kredit yang sebelumnya.

Sales marketing yang menawari saya namanya Marshel, dia membantu saya mengisi data. Benar kata teman saya, kalau sama sales marketing biasanya pengajuan kita diperjuangkan habis-habisan. Mungkin karena mereka harus memenuhi target. Kalau tau begitu dari dulu saya nurut aja sama teman saya. Hehehe… Sales marketing saya menekankan kalau ada telepon dari nomor nggak dikenal atau nomor yang depannya 021 tolong diangkat. Karena bisa jadi itu panggilan masuk dari tim BCA yang mau verifikasi data-data saya.

Tunggu punya tunggu, kok saya nggak ditelepon-telepon juga sama BCA. Udah hampir 3 minggu sejak saya mengajukan pembuatan kartu kredit belum ada yang menelepon, saya jadi gelisah. Saya bahkan sempat su’uzon jangan-jangan formulir aplikasi kartu kredit saya nggak disetorin sama mas Marshel. Hahaha, maaf ya mas… Saya baru ditelepon sama pihak BCA tanggal 23 Februari, sedangkan saya apply kartu kredit tanggal 1 Februari, kebayang kan berapa lama saya harus menunggu. Sama seperti sebelumnya, lagi-lagi saya ditelepon pagi-pagi pas lagi di motor menuju ke kantor. Mana jalanan lagi macet-macetnya. Beberapa kali saya susah menangkap apa yang ditanyakan oleh mbak-mbaknya, tapi alhamdulillah sih semua pertanyaan terjawab. Saya optimis pengajuan kartu kredit saya kali ini akan dikabulkan. Hahaha…


Tanggal 10 Maret 2017, SMS yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pengajuan kartu kredit saya diterima. Yeay! Katanya kartu kredit akan sampai ke alamat saya sekitar 7 hari kerja dari tanggal tersebut. Namun ternyata kartu kredit saya sampai lebih cepat. Tanggal 13 Maret 2017 paket dari BCA sudah sampai. Agak heran juga sih saya, kenapa kok cepat sekali. Tapi ya sudahlah. Dalam paket tersebut berisi dua kartu kredit, yang pertama adalah BCA Everyday Card, dan satu lagi adalah BCA Visa Batman. Sebetulnya saya mengincar BCA Mastercard yang desainnya Tazmanian Devil. Hanya saja pada saat pengisian formulir, saya nggak ditanya oleh sales marketing.


Saya juga nggak tau kenapa BCA mewajibkan nasabah yang apply kartu kredit untuk punya BCA Everyday Card. Padahal bisa dibilang BCA Everyday Card ini hampir nggak pernah terpakai, dan fungsinya pun kurang lebih sama aja kayak kartu ATM. Lha wong nggak ada logo Visa/Mastercard di dalamnya. Pantas saja, setelah kartu kredit saya aktif, saya langsung coba mendaftarkannya ke dalam akun Uber dan Grab saya sebagai metode pembayaran utama.

Beberapa kali saya coba masukkan data BCA Everyday Card selalu ditolak. Begitu saya masukkan data BCA Visa Batman, baru deh berhasil. Limit yang saya dapatkan merupakan gabungan dari kedua kartu tersebut. Jadi misalkan limit kartu kreditnya 10.000.000, kalau transaksi di BCA Visa Batman saya sudah mencapai 9.000.000, berarti BCA Everyday Card saya hanya bisa digunakan maksimal 1.000.000. Tapi, untuk annual fee-nya ternyata dipisah, masing-masing kartu ini akan dikenakan Rp 125.000,-/tahun. Yang artinya saya harus bayar Rp 250.000,-/tahun untuk annual fee. Bisaan banget ya BCA? Hehehe…


Well, saya sendiri masih berusaha beradaptasi sebagai pengguna baru kartu kredit BCA. Siapa pun yang terdampar di artikel ini, semoga menemukan apa yang kalian cari. Kalau ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan dengan saya, jangan sungkan untuk meninggalkan jejak di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca! :)

“If you don't take good care of your credit, then your credit won't take good care of you.”
Tyler Gregory

15 comments:

  1. Pas di telfon nomer keluarga tak serumah gimana ya itu ? Saya soalnya rata* gagal pas disitu min . bagi pengalamannya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sini saya isi nomor sepupu saya yang memang udah diwanti-wanti buat standby kalau sewaktu-waktu ditelfon. Yang penting harus diangkat sih, dan dikabarin dulu kalau kita masukin nama dia di situ, supaya jawabannya kompak. :D

      Delete
  2. Hallo sis
    Bole tau ga kalo sales marketing bca tuh apakah yg biasa di mall2 bkn? Yg sllu nawar2 ke orang2 lewat untuk buat kartu kredit? Sy jg kmren uda buat tp smpe skrg tdk ada di hub in.. Tp sy buat melalu mbak2 yg nawarin biasa nongkrong d mall :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, iya betul sales marketing biasanya standby di tempat2 ramai kayak di mall, kadang ada juga yang di bank-nya langsung. Coba hubungi aja mbak, kadang memang kitanya yang harus proaktif, atau memang prosesnya agak lama. :)

      Delete
  3. kenapa tidak apply yang bca visa gold/mastercard gold mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seingat saya pas apply mas2 marketing-nya ngga nawarin mau apply jenis yang mana, jadi saya lupa. Lagipula syaratnya kan beda kalau mau apply kelas silver/gold/platinum. Jadi saya percaya aja sama mas marketingnya.

      Delete
  4. Halo mbak, mau tanya pas pengajuan harus ada minimum saldo di atm kita ndak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya ngga ada sih, cuma emang disarankan punya rekening BCA yang berfungsi sebagai payroll juga, jadi biar pihak bank bisa lihat sendiri kondisi keuangan kita setiap bulannya. :)

      Delete
  5. lha mbak ni saya jg baru dikirim beberapa hari lalu.. tp yg everyday ga ada flaznya. gmna donk ? trs everyday gbs dipake sama sekali ya? mohon pencerahannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak sama, yang BCA Everyday saya juga ngga ada Flazz-nya, ngga tau kenapa mungkin edisi baru ini ngga integrated sama Flazz lagi. BCA Everyday kayaknya bisa dipake di mesin EDC apapun yang bisa dipake sama Debit BCA, saya juga kurang paham dan hampir ngga kepake sih. Lebih sering pake yang Visa Batman. Hehehe...

      Delete
  6. Boleh tau gak pas ajukan cc online brp gaji yg mbak input? Saya soalnya udah ajukan online tapi blm saya antar berkasnya ke BCA

    ReplyDelete
  7. Boleh tau gak pas ajukan cc online brp gaji yg mbak input? Saya soalnya udah ajukan online tapi blm saya antar berkasnya ke BCA

    ReplyDelete
  8. Googling2 nyari info ttg kartu kredit bca, eh nyangkut di sini... Lu rizkiani temen SMP gw kan ya?? Wkwwkkwwkwkk
    Eh nanya donk, kl kartu kreditnya blm diaktifin, tetep kena biaya tahunan jg ga sih?? Udh apply tp msh ragu2 punya kartu kredit...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah iya, masih inget aja. Haha...
      Hmm, ngga tau juga sih, kayaknya ngga kena. Tapi coba tanya aja ke CS BCA yg di Twitter biar lebih yakin.

      Delete
    2. Trnyata tetep kena iuran tahunannya walaupun blm diaktifin...

      Delete