Showing posts with label jadwal praktik dokter. Show all posts
Showing posts with label jadwal praktik dokter. Show all posts

Pemeriksaan TORC(H) di RSUD Pasar Rebo, Ternyata Lebih Murah!

Disclaimer: saya bukan praktisi medis sama sekali, tulisan ini murni saya buat dari sudut pandang orang awam, mohon jangan dijadikan acuan dan tetap konsultasi ke dokter.

Beberapa bulan yang lalu sebelum menikah, saya sempat menulis tentang pemeriksaan TORCH yang sebaiknya dilakukan oleh perempuan yang hendak menikah atau merencanakan kehamilan. Well, banyak juga yang bertanya bagaimana kelanjutannya ternyata. 😅

Sumber Ilustrasi: Freepik

Tadinya sesuai rencana, saya ingin melakukan pemeriksaan TORCH sebelum menikah. Namun ternyata karena kesibukan dan masalah waktu yang sangat terbatas seiring makin dekatnya hari pernikahan, akhirnya saya menunda pemeriksaan tersebut. Saya dan suami (ciyeee suami sekarang mah 😝) baru mendatangi RSUD Pasar Rebo sekitar dua minggu setelah hari pernikahan. Sebelum pergi ke sana, saya menghubungi bagian informasi RSUD Pasar Rebo via telepon untuk menanyakan jam layanan dan tarif pemeriksaan. Petugasnya menginformasikan bahwa laboratorium melayani dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore dari hari Senin sampai Jumat. Namun sayangnya mereka hanya bisa melakukan tes untuk Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) saja, sedangkan untuk Herpes Simplex Virus (HSV) belum tersedia. Baiklah....

Kami tiba di RSUD Pasar Rebo sekitar pukul 09.00 WIB, sudah agak siang untuk ukuran calon pasien rumah sakit pemerintah ya. Kalau mau lebih cepat dilayani semestinya kami datang lebih pagi. Karena saya belum pernah berobat ke sana, di loket pendaftaran saya harus mengisi formulir pasien terlebih dulu lalu membayar biaya pendaftaran, biaya cetak kartu, dan biaya konsultasi dokter kandungan, total semuanya Rp 80.000,- saja. Yap, untuk bisa melakukan pemeriksaan di laboratorium kita nggak bisa kucluk-kucluk langsung ke sana tapi tetap harus konsultasi ke dokter dulu. Setelah menyelesaikan pembayaran dan urusan administrasi, saya mendatangi Poli Kandungan untuk pemeriksaan tensi dan berat badan. Waktu tunggu yang kami habiskan hingga akhirnya dipanggil ke ruang dokter kandungan mungkin sekitar dua jam. Kami datang jam 09.00 WIB, baru masuk ruang dokter jam 11.00 WIB, padahal konsultasinya sebentar banget bahkan nggak sampai 5 menit.
😅

Lucunya, sewaktu diperiksa tensi, perawat yang memeriksa saya menanyakan beberapa hal: "Mau cek kandungan ya?" "Engga." "Terus mau apa?" "Saya mau periksa TORCH." "Oh, sebelumnya pernah keguguran ya?" "Engga." "Hmm... Oke... Keluhannya apa?" Entah kenapa, kayaknya dia agak aneh melihat ada pasien yang sehat wal 'afiat, nggak hamil, nggak punya riwayat keguguran, tapi mau repot-repot periksa TORCH. Memangnya aneh ya kalau kita mengambil langkah antisipasi? Apa nggak boleh kalau kita lebih pilih mencegah daripada mengobati? 😌

Keluar dari ruang observasi, kami membawa beberapa berkas dokumen yang diberikan kepada perawat. Kami lalu diminta pergi ke kasir untuk membayar biaya Pemeriksaan Obstetri dan Observasi Tanda Tanda Vital, totalnya Rp 40.000,- saja. Setelah dari kasir, barulah perawat tersebut memberikan resep suplemen yang diberikan oleh dokter, serta surat rujukan dari dokter untuk pemeriksaan laboratorium. Whoaaah..... Untuk mendapatkan ini semua aja makan waktu sampai dua jam lebih. 😌 Kami yang semula berencana izin setengah hari, terpaksa izin seharian penuh karena berangkat ke kantor pun percuma pasti sudah kelewat siang.

Sebelumnya saya udah bilang kan yaa kalau saya sempat menghubungi bagian informasi RSUD Pasar Rebo untuk menanyakan biaya pemeriksaan laboratorium. Ternyata informasinya memang akurat dan kurang lebih sama dengan informasi yang saya peroleh dari blog Kiki Erviani. Untuk detail harganya, bisa dicek di gambar berikut ini ya.

Seperti yang tercantum pada gambar, hanya ada pemeriksaan Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) saja, sedangkan untuk Herpes Simplex Virus (HSV) belum tersedia. Mungkin nanti kami akan mencari laboratorium lain khusus untuk pemeriksaan ini. Total biaya yang kami keluarkan untuk pemeriksaan termasuk biaya pendaftaran dan konsultasi dokter sekitar Rp 930.000,-. Mahal nggak? Mahal atau murah relatif sih. Tapi bagi kami harga segitu jauh lebih terjangkau ketimbang harus melakukan pemeriksaan di laboratorium swasta. Di tulisan saya yang sebelumnya, saya mencantumkan daftar harga berbagai laboratorium yang melayani pemeriksaan TORCH di wilayah Jabodetabek. Mulai dari Prodia, Kimia Farma, Gunung Sahari, Primadia, Biotest, sampai Pathlab.

Untuk sementara, kami cuma bisa menunggu dan berdoa. Sample darah saya sudah diambil untuk diperiksa, hasilnya baru bisa diambil tanggal 10 September 2018 mendatang. Tulisan ini akan saya update lagi kalau nanti saya udah dapat hasil pemeriksaan laboratoriumnya. Semoga semua hasilnya baik-baik aja. 😊🙏

UPDATE (12 September 2018)

Berhubung tanggal 10 September kemarin saya pulang kampung, saya dan suami baru sempat mendatangi RSUD Pasar Rebo hari ini untuk mengambil hasil pemeriksaan laboratorium. Nggak butuh waktu lama karena kami nggak harus antre seperti pasien biasa. Lalu hasilnya bagaimana? Hasil pemeriksaannya adalah.... hampir semua indikator negatif, kecuali Anti CMV IgG yang ternyata positif. Artinya apa? Well, sejujurnya saya juga belum yakin betul apa artinya dan langkah medis apa yang selanjutnya harus saya ambil karena kami belum sempat konsultasi ke dokter. 😅

Saya baru sempat googling sedikit dan menemukan sebuah jawaban yang lumayan menenangkan dari situs Alodokter. Kurang lebih penjelasannya seperti ini:

Sumber: Alodokter
 

Tapi..... sekali lagi saya tegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium tetap harus dikonsultasikan ke dokter langsung. Jangan cuma mengandalkan jawaban yang kita peroleh dari internet. Bagi saya jawaban seperti ini sifatnya hanya sementara dan untuk menenangkan aja karena asli saya juga awam banget sama istilah-istilah medis ini. 😅

Apakah semua perempuan yang hendak menikah atau akan memiliki anak wajib melakukan pemeriksaan ini? Mungkin ada sebagian yang berpendapat, "Ah, saya nggak pakai periksa-periksa lab kayak gitu, lancar-lancar aja tuh. Setelah nikah nggak berapa lama langsung hamil dan anak saya lahir sehat." Wah, syukur alhamdulillah kalau memang ada yang jalannya dimudahkan seperti itu. Tapi kalau jawaban saya, semuanya kembali pada keyakinan dan ketenangan hati masing-masing. Kalau memang yakin tubuhnya sehat dan udah menerapkan gaya hidup sehat juga, ya monggo lakukan sesuai keyakinannya. Tapi kalau memang yakin bahwa langkah terbaik untuk mempersiapkan tubuh adalah dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin, ya silakan lakukan. Intinya, lakukan apa yang terbaik menurut kamu. 😊

Buat yang mau sharing soal pengalaman tes TORCH-nya, boleh banget tinggalkan komentar. Kalau lagi senggang insya Allah akan saya balas. 😊
Share:

Pemeriksaan TORCH Sebelum Menikah, Pentingkah?


Sumber Ilustrasi: Freepik

"Jadi, persiapan nikahannya udah berapa persen, Ni?"

Hahaduh please jangan ditanya, sekarang lagi pusing-pusingnya dan masih super ketar-ketir. Insya Allah sih sekitar 70% urusan udah hampir rampung. Masih ada beberapa urusan yang tinggal diberesin, tinggal fitting, masih harus monitoring, briefing, dll. Well, biar saya nggak melulu mikirin perintilan nikah yang lain, kali ini mau bahas sedikit tentang TORCH. Mungkin istilah ini belum  banyak diketahui orang-orang. Tapi buat pemilik kucing seperti saya yang tiap hari bergumul sama makhluk-makhluk berbulu, istilah ini udah cukup lama saya kenal lewat artikel di beberapa blog yang saya baca.

Menurut Wikipedia, TORCH adalah istilah yang mengacu kepada infeksi yang disebabkan oleh Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus II (HSV-II) pada wanita hamil. Infeksi TORCH ini sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguguran dini. Beberapa kecacatan janin yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil antara lain kelainan pada saraf, mata, kelainan pada otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosepalus, dan lain sebagainya dengan tingkat kecacatan bawaan mencapai 15 persen dari yang terinfeksi. Kekurangan gizi dapat memperberat risiko infeksi perinatal.

Kok kayaknya serem sih? Tenang dulu... Sebenarnya, beberapa virus TORCH ini kalau bersemayam di tubuh orang dewasa yang sehat, nggak akan membawa dampak buruk. Bahkan sebagian besar orang nggak menyadari kalau di tubuhnya lagi ada virus-virus ini. Namun, lain lagi urusannya kalau orang dewasa yang mengidap virus tersebut adalah wanita yang sedang hamil, karena bisa membahayakan janin yang sedang dikandungnya. Lalu, siapa aja orang-orang yang berisiko terinfeksi virus TORCH? Pertama, perempuan yang doyan makan sayuran mentah seperti lalapan. Kedua, perempuan yang doyan makan daging-dagingan yang tidak dimasak sempurna. Ketiga, perempuan yang memelihara hewan peliharaan namun kurang memperhatikan kebersihannya.

Saat ini saya punya 4 kucing (tadinya 5 tapi yang satu udah mati). Tiga kucing di antaranya adalah pejantan yang kalau main lebih sering di luar rumah dan biasanya agak brutal. Satu lagi kucing betina yang nggak pernah keluar rumah sama sekali. Selama ini saya juga yang bertanggung jawab membersihkan kotoran mereka di bak pasir. Jadi saya udah kelewat sering kontak langsung sama kotoran hewan. Jelas dong saya khawatir di dalam tubuh saya terdapat virus-virus TORCH ini.

Nah, saya pun mulai survei informasi seputar pemeriksaan TORCH, paling banyak referensi yang saya dapatkan adalah pemeriksaan di Laboratorium Klinik Prodia yang harganya, aduh... mending buat beli suvenir undangan deh. #KRAY 😢😂 Kalau mau tau perkiraan biaya pemeriksaan TORCH di beberapa laboratorium, bisa cek di Pesanlab, sebuah platform online yang melayani order pemeriksaan laboratorium dan medical checkup. Saya belum pernah coba pesan lewat sini sih, tapi ada salah satu blogger yang menggunakan jasa Pesanlab dan sepertinya memang terpercaya. Berikut ini saya lampirkan daftar laboratorium klinik yang bekerja sama dengan Pesanlab beserta alamat dan biaya pemeriksaannya. Disclaimer: biaya pemeriksaan mungkin bisa lebih rendah atau lebih tinggi jika mengontak langsung ke laboratoriumnya (bukan melalui Pesanlab).


No.
Laboratorium Klinik
Alamat
Biaya Pemeriksaan TORCH
1.
Prodia
Prodia Cideng, Jl. Cideng Barat No. 36 A, Jakarta Pusat
Rp 3.179.000,-
Prodia Kramat, Jl. Kramat Raya No. 150, Prodia Tower Lt. 1-3, Jakarta Pusat
Prodia Arteri, Arteri Pondok Indah, Jl. Sultan Iskandar Muda No. 31 C , Jakarta Selatan
Prodia Bona Indah, Ruko Bona Indah Plaza A2/ Kav. C7, Jakarta Selatan
Prodia Kampung Melayu, Jl. K. H. Abdullah Syafei No. 25, Jakarta Selatan
Prodia Kebayoran, Jl. Gunawarman No. 77, Jakarta Selatan
Prodia Ps. Minggu, Jalan Raya Pasar Minggu No. 98 E, Jakarta Selatan
Prodia Kedoya, Perkantoran Tomang Tol Raya Blok A II/22, Jakarta Barat
Prodia Puri Indah, Komplek Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/28, Jakarta Barat
Prodia Kelapa Gading, Jl. Boulevar Raya Blok H4 No. 15, Jakarta Utara
Prodia Pantai Indah Kapuk, Rukan Gold Coast Blok B2-3, Jakarta Utara
Prodia Pluit, Ruko Sentra Bisnis Blok A/6, Jakarta Utara
Prodia Sunter, Jl. Danau Sunter Utara Blok C1 No. 14, Jakarta Utara
Prodia Cibubur, Jl. Alternatif Cileungsi - Cibubur No. 8D, Jakarta Timur
Prodia Bogor, Jalan Jend. Sudirman No. 38 B, Bogor
Prodia Depok, Ruko Pesona Khayangan No. 9, Jalan Margonda Raya No. 45, Depok
Prodia Bekasi, Jalan K.H. Noer Ali No. 90, Kalimalang, Bekasi Selatan, Bekasi
Prodia Bintaro, Ruko Kebayoran Arcade 2 Blok B.3 No.33-35, Tangerang Selatan
Prodia BSD, Jalan Letnan Sutopo, Ruko Golden Madrid, Blok B No. 1-2, Tangerang Selatan
Prodia Gading Serpong, Jalan Raya Boulevard Gading Serpong Blok M5 No. 63 & 65, Tangerang Selatan
Prodia Tangerang, Sutera Niaga I No. 21, Ruko Alam Sutera, Serpong, Tangerang
2.
Gunung Sahari
Gunung Sahari, Jl. Gunung Sahari Raya 51 A3, Jakarta Pusat
Rp 2.455.000,-
Gunung Sahari Ruko Citra Garden, Ruko Citra Garden II, Blok I5.3 Daan Mogot, Jakarta Barat
Gunung Sahari Gading, Jl. Klp. Gading Boulevard, Blok FV 1 No.18, Jakarta Utara
Gunung Sahari Tole Iskandar, Jl. Tole Iskandar 9A, Depok
3.
Primadia
Primadia Percetakan Negara, Jl. Percetakan Negara II No. 21-22, Jakarta Pusat
Rp 3.290.000,-
Primadia Utan Kayu, Jl. Utan Kayu Raya No. 109b, Jakarta Timur
4.
Biotest
Biotest Menteng, Jl. Sumatra No. 48 Menteng, Jakarta Pusat
Rp 2.990.000,-
Biotest Wijaya, Jl Wijaya I No. 58 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Biotest Pluit, Biotest Jalan Pluit Sakti No.25 Pluit, Jakarta Utara
5.
Kimia Farma
Kimia Farma Cikini, Jl. Cikini Raya No. 2, Menteng Huis, Jakarta Pusat
Rp 3.060.000,-
Kimia Farma Kebayoran, Jl. Kebayoran Lama No. 50 Jakarta Selatan, Jakarta Selatan
Kimia Farma Cibubur, l. Alternatif Cibubur, Ruko City Walk III Blok CW I-II Citra Gran Cibubur, Jakarta Timur
Kimia Farma Duren Sawit, Jl. Duren Sawit Raya No. 29 Jakarta Timur
Kimia Farma Bogor Juanda, Jl. Ir. H. Juanda No. 30, Bogor
Kimia Farma Depok, Jl. Sentosa Raya No. 11, Sukmajaya, Depok
6.
Pathlab
Pathlab Muara Karang, Jalan Raya Muara Karang No. 141 Blok A-7 Utara Kav. 30, Jakarta Utara
Rp 3.290.000,-
PathLab Sunter, Jalan Griya Utama Blok A No 42 Sunter Jaya, Jl. Griya Utama Blok A No.92, Sunter Agung, Tj. Priok, Jakarta Utara
Pathlab Gading, Boulevard Raya Blok TT No. 20, Jakarta Utara


Tenang dulu, jangan buru-buru panik lantaran melihat biaya pemeriksaan yang harganya jutaan semua. 😂 Saya juga awalnya panik sih, tapi saya nggak berhenti melakukan riset hingga akhirnya saya tahu kalau di RSUD Pasar Rebo juga melayani pemeriksaan TORCH dengan biaya yang murah banget. Saya dapat informasinya dari blog Kiki Erviani, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan TORCH di RSUD Pasar Rebo pada tahun 2017 dengan biaya Rp 800.000,- saja! 😱😱😱 Kenapa kok bisa murah banget dibanding sama laboratorium klinik swasta? Kalau saya baca di forum ibu-ibu sih, jangan khawatir dengan akurasi hasilnya, karena mau murah atau pun mahal, prosedur serta alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan TORCH itu sama aja. Yang membedakan ya fasilitas gedung, pelayanan ekstra, dan faktor-faktor lain di luar prosedur standar. Selain RSUD Pasar Rebo, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo juga melayani pemeriksaan TORCH, cuma saya belum nemu blog yang menginformasikan biaya pemeriksaan di sana. Ada juga informasi dari blog Noni Rosliyani yang melakukan pemeriksaan TORCH pada tahun 2017 di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta dengan biaya sekitar Rp 1.200.000,-, mungkin sekarang sudah naik. Ada yang mau menambahkan informasi biaya pemeriksaan TORCH di rumah sakit atau laboratorium yang lain? Monggo tinggalkan jejak di kolom komentar ya... 😊

Jadi, kapan saya mau melakukan pemeriksaan TORCH? Mungkin nanti beberapa minggu sebelum menikah. Yang penting saya udah mengantongi berbagai informasi yang saya butuhkan untuk pemeriksaan TORCH ini. Deg-degan nggak? Pastinya. Tapi buat saya lebih baik berjaga-jaga daripada menyesal di kemudian hari. Karena biaya serta beban moril yang harus ditanggung akan jauh lebih besar kalau (amit-amit ya Allah) sampai saya hamil dalam keadaan tubuh saya sedang terinfeksi virus TORCH. 😢 So, buat para bride-to-be yang juga lagi mempersiapkan pernikahan, nggak ada salahnya kok melakukan pemeriksaan kesehatan seperti ini sebelum menikah. 😉
Share:

Selamat Datang di Team Mata Empat!

Setelah 26 tahun hidup dan membangga-banggakan penglihatan saya yang sehat & tajam, akhirnya tiba juga saya nggak bisa lihat tulisan di papan tulis pas lagi meeting, padahal jaraknya cuma 4 meter ke depan. Di situ saya frustasi banget dan jadi nggak konsen sepanjang meeting. Sebetulnya gejala ini udah lumayan lama saya rasain, tapi saya mikir mungkin mata saya cuma lelah. Hari-hari biasa kalau lagi di jalan, saya masih bisa lihat tulisan jarak jauh asal ukurannya besar. Tapi efeknya kepala saya gampang pusing, mata saya kayak dipaksa bekerja lebih keras.


Oke, cukup ngalor-ngidulnya. Sebelum beli kacamata, jelas saya harus cek dulu dong ke dokter mata. Di sini saya galau, harus cek di mana? Di klinik, puskesmas, rumah sakit, atau langsung datang ke optik? Mending pakai biaya sendiri atau ngandelin BPJS? Setelah diskusi sana sini, saya akhirnya putuskan buat periksa lewat jalur non-BPJS aja, karena terus terang saya nggak ada waktu buat urus tetek bengek surat rujukan, legalisir, dan urusan ina-inu lainnya.

Dari sekian banyak opsi rumah sakit yang ada di Bogor, saya putuskan untuk menjajal poli mata di Kimia Farma Juanda. Nggak ada alasan khusus sih, simply karena temen saya ngajak meriksa bareng di situ, dan kayaknya harganya lumayan reasonable. Sebelum saya memutuskan ke sana, sebetulnya saya udah googling siapa tau ada opsi lain, tapi yaampun nyari data valid dan terkini tentang fasilitas kesehatan di Bogor tuh susahnya setengah mati. Yakali saya harus samperin satu-satu semua rumah sakit atau klinik yang punya poli mata. Ain't nobody got time for that.

Nah, supaya teman-teman nggak mengalami kesulitan yang sama dengan saya, berikut ini saya lampirkan jadwal praktik dokter di Kimia Farma Juanda, Bogor. Surprisingly, ternyata daftar dokter spesialis mereka lumayan banyak dan lengkap ya.

Spesialisasi
Nama Dokter
Jadwal Praktik
Spesialis Penyakit THT
dr. Andi Rizal Jenie
Senin – Sabtu pukul 18.00 – 21.00
(Pengambilan nomor langsung di poli)
Spesialis Penyakit Dalam
dr. Djabir Abudan
Senin, Rabu, & Sabtu pukul 15.00 – 17.30
Spesialis Bedah
dr. Agil Salim
Senin – Jumat pukul 19.00 – 21.00
Sabtu pukul 08.00 – 09.30
Spesialis Mata
dr. Indira
Senin – Kamis pukul 16.30 – 19.00
dr. Elisa
dr. Michel
dr. Ujang Yamin
Sabtu pukul 09.00 – 11.00
Spesialis Kulit & Kelamin
dr. Euis Nana Resna, SpKK
Selasa & Kamis pukul 19.00 – 21.00
dr. R.K.T.Ko.MD DV
Senin, Rabu, & Jumat pukul 16.00 – 20.00
(Daftar langsung di poli dengan asistennya)
Khusus Facial hari Kamis pukul 16.00 – 20.00
Spesialis Kandungan
dr. Farhan Djuned
Senin, Rabu, & Jumat pukul 19.00 – selesai
Spesialis Saraf
dr. Willy Wijaya, SpS
Selasa, Rabu, & Kamis pukul 17.00 – 19.00
Spesialis Anak
dr. Herman, SpA
Senin – Jumat pukul 18.30 – 20.30
Dokter Umum
dr. Renung Kastopo
Senin – Jumat
Pagi (09.30 – 12.00) & Sore (17.00 – 21.00)
dr. Wendri
Senin – Jumat pukul 13.00 – 16.00
Sabtu pukul 09.00 – 12.00
dr. Lugina Jatianita
Senin – Jumat pukul 15.30 – 18.00
dr. Handoko
Senin – Sabtu pukul 18.00 – 21.00
Klinik Gigi
drg. Andi Rahmatiah
Senin, Rabu, Jumat, Sabtu pukul 10.00 – 13.00
Senin – Jumat pukul 18.00 – 20.30
Spesialis Kedokteran Jiwa
dr. H. Amienuddin Saad
Senin – Kamis pukul 14.30 – 16.00
Jumat & Sabtu (dengan perjanjian)
Fisioterapi

Senin – Jumat pukul 10.00 – 20.00
Sabtu pukul 10.00 – 18.00
Optik

Senin – Sabtu pukul 08.00 – 21.00
Minggu pukul 09.00 – 14.00
Laboratorium

Senin – Sabtu pukul 08.00 – 21.00

Sebetulnya kalau datang langsung, di bagian depan Kimia Farma ada plang besar yang berisi jadwal praktik dokter, tapi ternyata datanya kurang update. Saya datangi loket pendaftarannya dan petugas di sana cukup kooperatif menjelaskan tentang jadwal baru ini. Oh iya kalau teman-teman mau bikin janji atau sekedar nanya-nanya lewat telepon, bisa hubungi nomor 0251-8363473 atau lewat Whatsapp di nomor 085774116313.

UPDATE:
Hari Sabtu, 4 November 2017 saya kembali lagi ke Kimia Farma Juanda. Walaupun di jadwal tertulis dr. Ujang Yamin baru mulai praktik jam 09.00, saya sudah datang sejak pukul 07.30 pagi atas saran petugas. Berhubung dr. Ujang sedang sakit, beliau membatasi hanya akan mengambil sekitar 5 pasien saja per hari jadi siapa cepat dia dapat. Saya pikir saya akan jadi pasien pertama yang daftar, ternyataaaa, saya nyaris nggak kebagian slot lantaran pasien yang daftar udah 6 orang, melebihi kapasitas. Aduh… :(

Beruntung petugas pendaftaran masih mengijinkan saya untuk daftar. Jadi, ternyata dr. Ujang Yamin ini udah lumayan sepuh. Semula beliau nggak ada jadwal praktik hari Sabtu itu, tapi mendadak beliau mengabari asistennya bahwa ia ingin praktik, sekalian melatih kakinya. Beliau baru datang sekitar pukul 10.00 dan para pasien pun mulai dipanggil ke dalam ruang pemeriksaan. Saya baru dipanggil sekitar pukul 10.50, lumayan cepat juga ya. Tadinya saya pesimis pemeriksaan ini bakal sia-sia, gimana kalau ternyata saya cuma lebay aja? Gimana kalau ternyata mata saya cuma lelah aja makanya pandangan suka agak kabur? Tapi daripada penasaran lebih baik cari tahu sendiri kan? Di dalam ruangan saya disuruh duduk dan penglihatan saya dites dengan alat khusus. Prosesnya sendiri cuma makan waktu sekitar 5 menit aja, dan ternyataaaaaa vonisnya adalah…. mata saya minus 1,25 kanan dan kiri. Ya Tuhan… :(

Sejujurnya saya agak syok sih karena nggak membayangkan minus di mata saya bakal nembus angka 1. Tadinya saya pikir paling top minus 0,5 laah, karena di luar ruangan mata saya masih cukup bisa diandalkan untuk membaca tulisan-tulisan yang jaraknya lumayan jauh. Yah, mau gimana lagi? Seenggaknya mata saya nggak silinder sama sekali. Pantesan aja kepala saya sering pusing, mungkin itu cara tubuh saya berkomunikasi bahwa ada sesuatu yang nggak beres dan harus ditangani segera. Kalau udah kayak begini sih, saya nggak bisa mengelak lagi, mau nggak mau saya harus pakai kacamata. Kecuali mau bertahan terus-terusan meeting dalam keadaan nggak tau materi apa yang lagi ditampilkan di layar monitor.

Oh iya, untuk pemeriksaan mata di Kimia Farma, saya dikenakan biaya Rp 150.000,- yang dibayarkan langsung ke asisten dr. Ujang. Tadinya saya pikir saya bakal dikenakan biaya pendaftaran juga karena itu kali pertama saya ke sana, tapi ternyata nggak ada biaya apapun lagi. Lumayan terjangkau sih, semula saya pikir biaya pemeriksaan mata ini bakal berkisar Rp 200.000,- hehehe…

Di Kimia Farma Juanda juga ada optiknya, tapi saya nggak mau nebus kacamata di sana karena harganya mahal. Memang sih ada harga ada kualitas. Sekitar tahun 2010 teman saya beli kacamata di optik Kimia Farma dikenakan biaya sekitar Rp 500.000,- tapi kacamatanya masih awet banget sampai sekarang padahal teman saya joroknya minta ampun. Kalau 7 tahun lalu aja harga kacamatanya udah segitu, bayangin aja sekarang  berapa harganya? Untuk sementara, kayaknya saya cari optik yang harga kacamatanya lebih bersahabat aja deh. Hehehe…

Well, semoga tulisan ini cukup membantu ya buat yang lagi nyari dokter spesialis mata ataupun dokter spesialis lainnya di kota Bogor. Semoga sehat selalu![]
Share: